Transformasi Layanan Perawatan Nasional Melalui Peluncuran Program KENDALI MADANI
Pemeliharaan dan perawatan kelompok rentan kini bukan lagi sekadar urusan domestik keluarga, melainkan telah diangkat menjadi agenda nasional yang memerlukan komitmen bersama seluruh elemen bangsa, di mana Istri Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, menegaskan pentingnya pelatihan terstruktur dan sertifikasi berstandar untuk mencetak pengasuh profesional mengingat Malaysia tengah menuju status negara berpopulasi lanjut usia (lansia). Sebagai wadah transformasi menyeluruh, program KENDALI MADANI resmi diluncurkan di gedung Parlemen bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengangkat harkat para tenaga pengasuh yang selama ini bekerja tanpa pelatihan formal maupun pengakuan memadai, sehingga mampu melahirkan tenaga perawat yang kompeten dan terakreditasi secara resmi. Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Perawatan dan Dukungan Internasional setiap 29 Oktober ini berpedoman pada Kerangka Kerja Strategis dan Rencana Aksi Malaysia Care 2026–2030 untuk memfasilitasi sertifikasi 50.000 pengasuh hingga tahun 2030, yang tak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia dan penyandang disabilitas (OKU), tetapi juga meringankan beban emosional keluarga serta membuka peluang karier yang bermartabat. Dikelola oleh Yayasan MyPrihatin bersama Ashikin Holdings Sdn Bhd, inisiatif ini menargetkan pelatihan 5,000 peserta secara bertahap selama tiga tahun melalui pendekatan Pendidikan dan Pelatihan Teknikal dan Vokasional (TVET) serta jalur Pengakuan Pencapaian Terdahulu (RPA) sesuai standar Departemen Pembangunan Kemahiran (JPK). Acara bersejarah ini turut dihadiri pejabat tinggi seperti Sekjen KESUMA Datuk Azman Mohd Yusof, Ketua Yayasan MyPrihatin Datuk Dr Halimaton Hamdan, Dirjen JPK Dr Kamaruzaman Md Ali, dan Ketua KENDALI MADANI Datuk Norashikin Ismail, serta dirangkaikan dengan penyerahan surat kerja sama strategis kepada lima universitas negeri terkemuka, yaitu UPSI, UNIMAS, UMS, USM, dan UKM.