Mahasiswa S1 PAUD Mengikuti Webinar Nasional tentang Kesiapan Belajar Anak Usia Dini
Surabaya, 27 Juni 2026 Mahasiswa S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengikuti Seminar Nasional dengan tema “Mengintegrasikan Fungsi Otak Anak Usia Dini untuk Membangun Kesiapan Belajar yang Optimal” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB tersebut diikuti oleh guru PAUD, mahasiswa, dosen, orang tua, serta pemerhati pendidikan dari berbagai daerah.
Webinar tersebut membahas kesiapan belajar anak usia dini yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), tetapi juga dengan keterpaduan fungsi emosi, kognitif, dan sensorimotor. Ketiga fungsi tersebut berperan dalam mendukung proses belajar anak. Rasa aman secara emosional, pengalaman bergerak, serta pengalaman menggunakan indera menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Dr. Ruqoyyah Fitri, S.Ag., M.Pd., Koordinator Program Studi S2 PAUD UNESA. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kesiapan sekolah pada anak masih sering dipahami secara sempit, terutama melalui kemampuan anak untuk duduk tenang dan mengerjakan tugas. Menurutnya, kondisi emosional anak juga perlu diperhatikan karena rasa aman menjadi salah satu dasar agar anak dapat berpikir dan mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Materi utama disampaikan oleh Anne Gracia, S.KG., M.Pd., seorang pakar neurosains terapan. Ia menjelaskan bahwa proses belajar anak usia dini tidak berlangsung melalui satu jalur saja. Anak membutuhkan kondisi yang aman, kesempatan bergerak, serta pengalaman langsung sebelum memahami suatu konsep. Pengalaman seperti bergerak, meraba, mencoba, dan bermain dapat menjadi bagian dari proses belajar apabila dirancang dengan tujuan yang sesuai.
Bagi mahasiswa S1 PAUD, materi tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya memahami proses belajar anak secara menyeluruh. Pembelajaran anak usia dini tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi emosional, aktivitas fisik, pengalaman sensorik, serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Miftah Farid, S.Pd., Gr., mahasiswa S1 PAUD UNESA, membahas berbagai persoalan yang ditemui dalam praktik pendidikan anak usia dini. Pertanyaan peserta mencakup cara merancang kegiatan harian di kelas hingga menghadapi tuntutan orang tua yang menginginkan kemampuan calistung diperkenalkan lebih awal.
Melalui webinar ini, mahasiswa S1 PAUD memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara fungsi otak dan proses belajar anak usia dini. Materi yang disampaikan juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam merancang kegiatan pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk merasa nyaman, bergerak, bereksplorasi, dan membangun pemahaman melalui pengalaman langsung.
Kegiatan ditutup dengan penekanan bahwa kesiapan belajar anak tidak dapat hanya dilihat dari kemampuan akademiknya. Lingkungan belajar yang mendukung perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk berada dalam kondisi tenang, aktif berpikir, serta terlibat melalui aktivitas tubuhnya. Peserta juga memperoleh e-sertifikat nasional, rekaman kegiatan, dan ruang diskusi lanjutan.