Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025: Momentum Refleksi Bagi Calon Pendidik Anak Usia Dini
Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025: Momentum Refleksi Bagi Calon Pendidik Anak Usia Dini
Surabaya, 1 Mei 2025 – Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum pekerja dalam menuntut hak dan keadilan di tempat kerja. Hari ini bukan sekadar hari libur nasional, namun merupakan momentum penting untuk merefleksikan posisi dan peran para pekerja dalam pembangunan bangsa.
Secara historis, Hari Buruh berakar dari perjuangan gerakan buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut penerapan jam kerja delapan jam sehari. Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan panjang dalam meraih hak-hak pekerja yang lebih manusiawi. Seiring waktu, Hari Buruh diperingati oleh lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.
Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), buruh didefinisikan sebagai “setiap individu yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan, baik dalam sektor formal maupun informal.” Dalam konteks ini, guru dan tenaga pendidik termasuk dalam kategori pekerja, terutama karena kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Salah satu sektor yang patut mendapat perhatian dalam peringatan Hari Buruh adalah bidang pendidikan anak usia dini (PAUD). Profesi guru PAUD sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang sebanding dengan tanggung jawabnya. Padahal, masa usia dini merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak.
Mahasiswa Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD) sebagai calon tenaga pendidik anak usia dini, memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran akan pentingnya profesi ini. Hari Buruh menjadi momen reflektif, tidak hanya untuk mengenang perjuangan para buruh di masa lalu, tetapi juga untuk menegaskan kembali pentingnya kesejahteraan dan penghargaan terhadap profesi guru PAUD.
“Hari Buruh bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih adil bagi seluruh pekerja, termasuk mereka yang mendidik generasi penerus bangsa sejak usia dini,” ujar Prof. Ratna Dewi, pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Surabaya.
Peringatan Hari Buruh tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan mendorong perubahan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pendidik PAUD. Termasuk di dalamnya peningkatan gaji, pelatihan profesional berkelanjutan, serta jaminan kerja yang layak.
Mahasiswa PG-PAUD di berbagai institusi pendidikan tinggi juga diajak untuk mulai membangun kesadaran kritis bahwa profesi yang mereka pilih merupakan bagian dari sistem kerja yang perlu diperjuangkan bersama. Menjadi guru PAUD bukan hanya soal mendidik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2025. Semoga peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap tenaga kerja, termasuk guru PAUD, berhak mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang setara demi kemajuan bangsa.