KETERBATASAN BUKAN HALANGAN UNTUK MENDAPATKAN AKSES PENDIDIKAN
Anak adalah individu yang memiliki semangat serta daya kreativitas yang tinggi, ide-ide tersebut perlu Latihan keterampilan secara berulang agar dapat memaksimalkan minat dan potensi yang anak miliki. Namun sayang, tidak semua anak mendapatkan kemudahan dan pemenuhan dalam fasilitas tersebut. Salah satunya anak-anak pada daerah terminal Joyoboyo, Gunungsari, Surabaya. Sanggar Alang-Alang adalah salah satu rumah belajar yang berdiri atas keprihatinan Pak Didit selaku pendiri pada anak-anak yang terdampak krisis moneter pada tahun 1998. Sebagian besar anak-anak yang pernah belajar bersama di Sanggar Alang-Alang ini adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan akses Pendidikan, sehingga mereka harus berbanting tulang dengan bekerja seperti mengamen di jalan. Mahasiswa UNESA Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini berkesempatan untuk ikut membimbing mereka dengan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Salah satunya adalah Cahaya Layla, ia dan tiga temannya yang lain merasakan keseruan saat belajar bersama. Ia merasa bahwa anak-anak tersebut memiliki pemikiran yang cerdas, namun sayangnya belum teradvokasi dengan sempurna oleh lembaga lain. Pengalaman baru yang sangat berarti ini, membawa mahasiswa banyak perubahan cara pandang dalam menaungi serta memberikan Pendidikan yang lebih layak terutama anak-anak yang hidup pada padatnya metropolitan seperti Surabaya.