HILANGNYA MORAL BANGSA, PENDIDIKAN KARAKTER MENJADI KUNCI UTAMA
Maraknya kasus kekerasan dan perundungan yang sebagian besar pelaku adalah anak yang masih berada di bawah umur seharusnya membuat kita sadar bahwa moral bangsa sudah tidak terjamin baik kembali keberadaannya. Pengaruh teknologi yang semakin mempengaruhi sikap anak akan berdampak pada tumbuhnya perilaku sosial pada keluarga, sekolah dan juga masyarakat yang tidak terpuji seperti kekerasan verbal hingga berujung pada kekerasan fisik. Meninjau dari hasil riset Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), menghitung sebanyak 84 persen anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah, hal ini tidak dapat dibiarkan saja, perlu peran dari berbagai elemen seperti pemerintah, guru maupun keluarga. Sebagian besar orang tua masih beranggapan bahwa belajar di sekolah hanya dibebankan pada pendidik saja, padahal guru juga memerlukan adanya kontribusi orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya. Akibat masih berakarnya parameter tersebut di sebagian besar anggota keluarga, tujuan pembelajaran yang diharapkan dari sekolah tidak tertuju dengan sempurna.
Keluarga adalah lembaga pertama untuk anak dalam mendidik serta memberikan arahan terbaik agar anak siap menghadapi kehidupan di jenjang yang lebih matang, yakni kehidupan di sekolah dan kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membangun bangsa. Prof. Dr. Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berkualitas, dan sikap dari individu tersebutlah yang akan membantunya dalam menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari-hari. Sehingga upaya tersebut harus ditanamkan sedari dini.