Waspada! Bahaya Bedak Bayi Yang Jarang Diketahui

Banyak budaya, termasuk Indonesia, menggunakan bedak pada bayi. Setelah mandi atau saat mengganti popok, orang tua sering menaburkan bedak pada kulit bayi untuk menjaga kulit kering, harum, dan mencegah iritasi. Namun, ada pertanyaan penting: apakah benar-benar aman untuk memberi bayi bedak?
Potensi
Risiko Penggunaan Bedak pada Bayi
Meskipun bedak bayi dianggap dapat
melembabkan kulit dan memiliki aroma yang menyenangkan, ada beberapa penelitian
dan pendapat ahli yang menunjukkan bahwa menggunakannya dapat membawa risiko.
Berikut adalah beberapa bahaya yang harus diperhatikan:
- Gangguan Pernapasan: Sistem pernapasan bayi yang masih berkembang dan sensitif dapat dengan mudah menghirup partikel halus dari bedak tabur. Menghirup partikel ini berulang kali dapat menyebabkan sesak napas, batuk kronis, dan iritasi saluran napas. Menurut dokter anak Dr. Atilla Dewanti, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari, penggunaan bedak tabur dapat membahayakan sistem pernapasan bayi. Bayi dapat dengan mudah menghirup partikel bedak, yang dapat memengaruhi akses pernapasan dan kesehatan mereka.
- Iritasi Kulit dan Ruam: Bedak tabur dapat menyebabkan masalah kulit pada bayi alih-alih mencegah iritasi. Kandungan bedak tertentu, seperti amilum jagung, dapat menyebabkan ruam atau iritasi pada kulit bayi, terutama bayi yang memiliki kulit sensitif. Bedah yang mengendap di lipatan kulit juga dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan biang keringat.
- Kontaminasi Asbes dan Risiko Kanker: Talc, mineral yang termasuk dalam bedak bayi, dapat secara alami terkontaminasi dengan asbes, zat yang dapat menyebabkan kanker jika dihirup. Terlepas dari kenyataan bahwa banyak produsen telah memastikan bahwa produk mereka tidak mengandung asbes, kekhawatiran tentang potensi kontaminasi masih ada. Setelah menghadapi ribuan tuntutan hukum terkait klaim bahwa produk mereka menyebabkan kanker, Johnson & Johnson pada tahun 2020 menghentikan penjualan bedak bayi berbahan dasar talc di Amerika Utara.
Rekomendasi
Penggunaan Bedak pada Bayi
Mengingat
potensi risiko di atas, banyak ahli kesehatan anak yang tidak menganjurkan
penggunaan bedak tabur pada bayi. Namun, jika orang tua tetap ingin
menggunakannya, berikut beberapa panduan yang dapat diikuti untuk meminimalkan
risiko:
- Hindari Area Wajah dan Genital: Jangan mengaplikasikan bedak di area wajah atau
genital bayi untuk mencegah inhalasi partikel dan iritasi pada area
sensitif.
- Aplikasikan dengan Hati-hati: Tuangkan bedak ke telapak tangan terlebih dahulu,
lalu usapkan secara lembut ke area tubuh bayi yang membutuhkan. Hindari
menaburkan bedak langsung ke tubuh bayi.
- Pilih Produk yang Aman: Pastikan bedak yang digunakan bebas dari kontaminasi
asbes dan telah teruji secara klinis aman untuk bayi.
- Pertimbangkan Alternatif: Beberapa dokter anak menyarankan penggunaan krim atau
losion berbahan dasar minyak sebagai pengganti bedak tabur untuk mengatasi
ruam atau menjaga kelembapan kulit bayi. Produk-produk ini tidak memiliki
risiko inhalasi partikel dan cenderung lebih aman untuk kulit sensitif
bayi.
Orang tua harus mempertimbangkan bahaya yang terkait meskipun penggunaan bedak pada bayi telah menjadi kebiasaan. Karena kekhawatiran tentang kontaminasi asbes, masalah pernapasan, dan iritasi kulit, banyak ahli meragukan penggunaan bedak tabur pada bayi. Orang tua dapat memilih produk perawatan kulit bayi yang lebih aman, seperti krim atau losion, dan selalu memantau reaksi kulit bayi terhadap produk yang digunakan. Sebelum menggunakan produk tertentu pada bayi Anda, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak.
Penulis : Dwi Indah Prastuti (PG-PAUD)
Editor : Dwi Indah Prastuti (PG-PAUD)