Volunteer Program at Sanggar Merah Merdeka Tales Unit Batch 1 – Second Meeting
Pada hari Senin, 20 April 2026, kelompok kami yakni: Nabila Nur Roihanah (25010684161), Aindi Salwa Zaharani (25010684158), Dinda Amira Naura Putri (25010684114), Risma Rahma Alifa (25010684157) melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama anak-anak di Sanggar Merah Merdeka Tales. Kegiatan dimulai pada pukul 18.30 WIB sampai 19.30 WIB dan berjalan dengan baik serta tertib. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan mahasiswa PGPAUD dalam menerapkan kemampuan mengajar dan mendampingi anak usia dini secara langsung. Anak-anak yang mengikuti pembelajaran berasal dari beberapa kelas, yaitu kelas Akar PAUD, Akar TK A, Akar A Tales, dan Akar B Tales.
Materi yang diberikan pada kegiatan kali ini berpusat pada pengenalan angka, latihan berhitung sederhana, menulis angka, dan memahami fungsi anggota tubuh. Selama pembelajaran berlangsung, tutor menggunakan metode belajar sambil bermain agar anak-anak merasa lebih nyaman dan tidak mudah bosan. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan berupa gambar, lembar kerja, permainan sederhana, serta kegiatan interaktif yang dapat membantu meningkatkan fokus dan semangat belajar anak.
Pada kelas Akar TK A, kegiatan belajar difokuskan pada latihan menulis angka dan mengenal konsep berhitung dasar. Anak-anak diajak mengenali bentuk angka, kemudian mencoba menuliskannya secara mandiri pada lembar kerja yang telah disediakan. Setelah itu, anak-anak diminta menghitung jumlah benda yang terdapat pada gambar maupun benda di sekitar mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu perkembangan kemampuan berpikir anak, meningkatkan konsentrasi, serta melatih koordinasi motorik halus melalui aktivitas menulis dan berhitung.
Selain materi angka, anak-anak juga diajak mengenal beberapa anggota tubuh beserta fungsi dasarnya dalam kehidupan sehari-hari. Tutor memperkenalkan bagian tubuh seperti mata, telinga, tangan, kaki, dan hidung melalui kegiatan tanya jawab dan interaksi langsung dengan anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak terlihat lebih aktif dan antusias ketika menyebutkan nama anggota tubuh serta menjelaskan kegunaannya.
Di kelas Akar PAUD, kegiatan pembelajaran diawali dengan doa bersama sebelum memulai belajar. Setelah itu, tutor mengajak anak-anak mengulang kembali materi sebelumnya mengenai angka 1 sampai 5 sebagai bentuk penguatan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Anak-anak terlihat cukup bersemangat ketika diminta menyebutkan angka secara bersama-sama maupun secara individu.
Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan pengenalan angka 6 sampai 10 menggunakan metode bermain sambil belajar. Tutor menggunakan media gambar berupa kue dengan jumlah dan warna yang berbeda-beda. Anak-anak diminta melingkari gambar sesuai angka yang disebutkan oleh tutor. Metode ini membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan sehingga anak-anak menjadi lebih tertarik dan aktif selama kegiatan berlangsung.
Pada akhir kegiatan, anak-anak diajak bermain lingkaran kecil dan besar serta bermain kereta-keretaan bersama teman-temannya. Aktivitas tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan motorik kasar, kerja sama, keberanian, dan kemampuan bersosialisasi anak. Anak-anak terlihat sangat menikmati permainan yang dilakukan dan mampu mengikuti kegiatan dengan baik sampai selesai. Setelah seluruh kegiatan berakhir, pembelajaran ditutup dengan doa bersama sebelum anak-anak pulang.
Pada kelas Akar A Tales, kegiatan belajar didampingi oleh dua tutor dengan jumlah peserta didik sebanyak empat anak. Materi pembelajaran berfokus pada pengenalan angka dan berhitung sederhana melalui kegiatan mengerjakan LKPD, menghitung jumlah benda pada gambar, serta menuliskan lambang bilangan. Selama pembelajaran berlangsung, sebagian besar anak mulai memahami konsep angka dengan cukup baik. Beberapa anak sudah mampu mengerjakan tugas secara mandiri dan cepat memahami instruksi, sedangkan beberapa lainnya masih memerlukan pendampingan agar tetap fokus selama belajar.
Sementara itu, pada kelas Akar B Tales, kegiatan pembelajaran juga didampingi oleh dua tutor dengan jumlah peserta didik sebanyak tujuh anak. Materi yang diberikan meliputi berhitung, menulis angka, dan mengenal fungsi anggota tubuh. Secara umum, anak-anak sudah mulai memahami materi yang diberikan dan mampu mengikuti pembelajaran dengan cukup baik. Namun, beberapa anak masih membutuhkan arahan dan pendampingan lebih lanjut karena fokus belajar mereka masih mudah teralihkan.
Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, metode belajar sambil bermain terbukti membantu meningkatkan antusiasme anak selama pembelajaran berlangsung. Anak-anak terlihat lebih aktif, berani mencoba, dan lebih mudah memahami materi ketika kegiatan dilakukan dengan cara yang menarik dan interaktif. Selain membantu perkembangan kemampuan anak, kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa PGPAUD dalam memahami karakteristik belajar setiap anak secara langsung.