PROGRAM VOLUNTEER DI SANGGAR MERAH MERDEKA UNIT TALES BATCH 1
Kegiatan pembelajaran dan pendampingan anak usia dini di Sanggar Merah Merdeka Tales dilakukan oleh Mahasiswa PG PAUD Unesa yakni: Nabila Nur Roihanah (25010684161), Aindi Salwa Zaharani (25010684158), Dinda Amira Naura Putri (25010684114), Risma Rahma Alifa (25010684157). Melakukan praktik lapangan dalam melatih keterampilan mengajar, kemampuan berkomunikasi, serta memahami proses perkembangan dan karakteristik belajar anak secara langsung. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap minggu dengan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak usia dini, seperti pengenalan angka, berhitung, membaca, menulis, hingga kegiatan stimulasi motorik dan sosial. Kegiatan volunteer ini melibatkan sebanyak 13 anak dengan jenjang pendidikan yang berbeda, yaitu PAUD dan TK A.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan metode belajar sambil bermain agar suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, aktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kemampuan dasar anak dapat berkembang secara bertahap, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mendampingi dan memahami proses pembelajaran anak di lingkungan pendidikan nonformal.
Pada hari Senin, 13 April 2026, kelompok kami melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama anak-anak di Sanggar Merah Merdeka Tales sebagai bagian dari praktik lapangan mahasiswa PGPAUD. Kegiatan berlangsung pada pukul 18.30 WIB sampai 19.30 WIB dan berjalan dengan tertib serta lancar. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam mendampingi proses belajar anak usia dini sekaligus memahami karakteristik perkembangan anak secara langsung di lingkungan pembelajaran.
Pembelajaran pada pertemuan pertama ini dilaksanakan di kelas Akar Tales dengan materi utama mengenal angka 1 sampai 10 serta latihan berhitung menggunakan penjumlahan sederhana. Kegiatan belajar didampingi oleh beberapa tutor yang bekerja sama dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak selama proses pembelajaran berlangsung. Materi tersebut dipilih karena pengenalan angka dan kemampuan berhitung merupakan dasar penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu diperkenalkan secara bertahap sejak dini.
Dalam proses pembelajaran, tutor menggunakan metode belajar sambil bermain agar anak-anak lebih nyaman dan tidak cepat merasa bosan. Anak-anak diajak mengenal angka melalui kegiatan menyebutkan angka bersama-sama, menebak angka, menghitung benda sederhana, serta mengerjakan latihan penjumlahan dasar menggunakan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Selain itu, tutor juga memberikan latihan menulis angka untuk membantu anak mengenali bentuk angka sekaligus melatih kemampuan motorik halus mereka.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat cukup antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Sebagian besar anak sudah mampu mengenali angka 1 sampai 10 dengan baik dan dapat menyebutkan angka secara berurutan. Anak-anak juga mulai memahami konsep penjumlahan sederhana walaupun beberapa masih memerlukan arahan dan latihan lebih lanjut. Tutor memberikan pendampingan secara bertahap kepada anak-anak yang mengalami kesulitan agar mereka tetap merasa percaya diri saat belajar.
Pada kegiatan pengenalan angka, tutor terlebih dahulu memperlihatkan bentuk angka kepada anak-anak kemudian meminta mereka menyebutkan angka yang ditunjukkan. Setelah itu, anak-anak diajak menghitung benda sederhana di sekitar kelas untuk membantu mereka memahami hubungan antara angka dan jumlah benda secara nyata. Metode ini membuat anak-anak lebih mudah memahami materi karena kegiatan dilakukan secara langsung dan interaktif.
Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan latihan penjumlahan sederhana menggunakan media gambar dan benda di sekitar kelas. Anak-anak diminta menghitung jumlah benda kemudian mencoba menjumlahkannya secara perlahan dengan bantuan tutor. Dalam kegiatan ini terlihat bahwa sebagian anak sudah mulai memahami konsep berhitung sederhana, sedangkan beberapa lainnya masih membutuhkan pembiasaan dan latihan secara bertahap pada pertemuan selanjutnya.
Selain belajar berhitung, anak-anak juga melakukan latihan menulis angka pada lembar kerja yang telah disediakan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih koordinasi tangan dan mata sekaligus membantu anak mengenali bentuk angka dengan lebih baik. Sebagian anak sudah mampu menulis angka dengan cukup rapi dan benar, sedangkan beberapa lainnya masih mengalami kesulitan terutama pada bentuk angka tertentu. Tutor terus memberikan contoh dan arahan secara perlahan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Berdasarkan hasil pengamatan selama pembelajaran berlangsung, setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang mampu memahami materi dengan cepat dan mengikuti instruksi secara mandiri, namun ada juga yang masih membutuhkan bimbingan lebih dalam menjaga fokus dan menulis angka dengan benar. Meskipun demikian, seluruh anak tetap menunjukkan semangat belajar yang baik dan berusaha mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai.
Secara keseluruhan, kemampuan anak dalam mengenal angka 1 sampai 10 sudah berkembang cukup baik. Anak-anak mampu menyebutkan angka dengan benar dan mulai memahami konsep dasar penjumlahan sederhana. Namun, dalam kegiatan menulis angka dan berhitung, beberapa anak masih membutuhkan latihan serta pembiasaan secara berkelanjutan agar kemampuan mereka dapat berkembang lebih optimal pada pertemuan berikutnya.
Kegiatan pembelajaran ini juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa PGPAUD dalam memahami proses belajar anak usia dini. Mahasiswa belajar mengenali berbagai karakter anak, mulai dari kemampuan memahami materi, tingkat fokus, hingga cara anak berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik yang kreatif, sabar, dan mampu menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan anak.
Metode belajar sambil bermain yang diterapkan selama kegiatan terbukti membantu meningkatkan semangat dan partisipasi anak dalam belajar. Anak-anak terlihat lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran ketika materi disampaikan melalui media gambar, permainan sederhana, dan interaksi langsung bersama tutor. Suasana belajar yang santai namun tetap terarah membuat anak-anak lebih mudah menerima dan memahami materi yang diberikan.