Kampus Mengajar 5 Tingkatkan Program Literasi Numerasi serta Kesetaraan Pembelajaran bagi Seluruh Siswa di SDN 1 Mekanderejo

UNESA
– Kampus Mengajar merupakan salah satu program MBKM (Merdeka Belajar-Kampus
Merdeka) yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan
mengembangkan diri di luar lingkup kampus. Kampus Mengajar menyasar sekolah dengan
nilai AKM rendah, dengan adanya program Kampus Mengajar diharapkan dapat
meningkatkan literasi dan numerasi pada anak didik. Dengan adanya program
tersebut dapat menjadikan kolaborasi antara mahasiswa dan guru untuk
menciptakan inovasi pembelajaran baru yang menarik dan lebih berdampak khususnya
pada bidang literasi dan numerasi. Program ini berjalan selama satu semester
untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan teori
serta praktek yang telah dipelajari selama di kampus.
Kampus
Mengajar telah mencapai Angkatan 5 yang diikuti oleh 18.000 mahasiswa dari 43.121
mahasiswa yang mendaftar serta terjun langsung pada 3.600 SD serta SMP sekolah
sasaran di seluruh Indonesia. Program Kampus Mengajar Angkatan 5 ini dimulai
pada 20 Februari 2023 dan akan selesai pada 16 Juni 2023 mendatang. Feby Audi
Lestari mahasiswa program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Angkatan
2020 merupakan salah satu mahasiswa Kampus Mengajar yang bertugas di SDN 1
Mekanderejo, tepatnya di Janggur Mekanderejo, Kedungpring, Lamongan, Jawa
Timur. Feby bertugas dengan 4 orang rekan lainnya yang berasal dari berbagai
PTN maupun PTS di Jawa Timur. Dalam program kerja yang dilaksanakan
mengedepankan literasi numerasi pada anak khususnya anak yang belum mampu
membaca. Salah satu hal tersebut menjadikan saya sebagai sah satu tim Kampus
Mengajar SDN 1 Mekanderejo memberikan inovasi dengan menerapkan belajar membaca
menyenangkan melalui APE (Alat Permainan Edukatif). Inovasi tersebut saya
dapatkan saat mengikuti perkuliahan APE Terapan sesuai dengan prodi yang saya
jalani.
Selain
itu, dalam pelaksanaan Kampus Mengajar ini tim saya berkaitan dengan SDGs tujuan
4 yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education). Quality Education yaitu
memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan
untuk belajar seumur hidup bagi semua orang tanpa adanya perbedaan. Di SDN 1
Mekanderejo terdapat 2 anak yang berkebutuhan khusus yang duduk di kelas 2 dan
kelas 6. Dalam pembelajaran tidak ada perbedaan antara anak berkebutuhan khusus
dengan anak lainnya. Sehingga saat penugasan saya sering membimbing anak
tersebut secara mandiri dan terpisah mengenai pembelajaran serta membimbing
anak agar dapat belajar membaca. Kesabaran serta ketelatenan dalam membimbing
anak berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal.
Untuk mencapai hasil yang maksimal ini juga berkaitan dengan tujuan 17 yaitu kemitraan
untuk mencapai tujuan (Partnership for the goals) ialah kemitraan untuk
mencapai tujuan. Kemitraan dibutuhkan untuk mengkolaborasikan pemikiran serta
inovasi antara mahasiswa dengan guru sekolah.
Kegiatan
dari tim Kampus Mengajar saya yang diterapkan pada SDN 1 Mekanderejo ialah
dengan memberikan perhatian khusus kepada anak didik yang memang membutuhkan
bimbingan lebih dalam. Anak didik tersebut antara lain anak dengan berkebutuhan
khusus fisik maupun psikis, anak dengan keterlambatan belajar, anak dengan
kemampuan terlambat dibidang berbicara maupun membaca. Salah satu contoh
kegiatan yang pernah tim saya lakukan ialah lomba memperingati hari isra mir’aj
yaitu kami mengadakan sebuah perlombaan antara lain lomba adzan, tahfidz,
sambung ayat, kaligrafi, lomba pidato bahasa Arab dan pidato bahasa Indonesia.
Dalam lomba tersebut anak berkebutuhan khusus juga diikutsertakan dalam lomba
meskipun anak tersebut mengalami kesulitan saat menuju tempat lomba temannya
dengan sigap membantu. Hal tersebut menandakan dalam lingkup SDN 1 Mekanderejo
tidak pernah membedakan siapapun dalam pembelajaran dan pertemanan.
Selain
kegiatan tersebut, saya dan tim juga menjalankan program kerja yang berkaitan
dengan pemanfaatan limbah plastik disekitar sekolah. Program kerja tersebut
ialah dengan memanfaatkan botol bekas menjadi pot bunga gantung maupun tempel
serta dapat dijadikan tempat pensil yang dikreasikan sesuai dengan kreativitas
masing-masing anak. Pelaksanaan Kampus Mengajar ini juga membantu anak dalam
mengenalan teknologi informasi karena dengan adanya kami para mahasiswa dapat
mensosialisasikan dan memberikan latihan anak didik mengenai penggunaan
teknologi informasi. Peningkatan literasi serta numerasi juga didukung dengan
memberikan bimbingan les kepada kelas 1 hingga kelas 5 setelah jam pulang
sekolah. Hal tersebut yang menjadikan adanya Kampus Mengajar memberikan manfaat
yang luar biasa dengan membantu peningkatan AKM literasi dan numerasi di sekolah
yang tertinggal, serta menciptakan pembaruan inovasi bagi sekolah dengan
kolaborasi yang dilakukan antara mahasiswa, DPL, dan tenaga pendidik di sekolah
sasaran. (Lamongan, Kamis, 4 Mei 2023)