Volunteer Program at Sanggar Merah Merdeka (SMM) Tales Unit Batch 1 Group 3 – Second Meeting
Pada minggu kedua dari program pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, kegiatan belajar di Sanggar Merah Merdeka disusun secara khusus dalam rangka memperingati Hari Kartini. Semua kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak serta mengajarkan nilai-nilai perjuangan para tokoh perempuan Indonesia melalui kegiatan yang menyenangkan dan memiliki makna. Aktivitas ini melibatkan dua kelompok siswa, yaitu kelompok kecil yang terdiri dari anak-anak usia dini dan kelompok besar yang terdiri dari anak-anak usia sekolah dasar awal.
Kegiatan belajar didampingi oleh para fasilitator dari mahasiswa PG PAUD UNESA dan remaja sanggar, yaitu Kak Annisa, Kak Okta, Kak Andin, dan Kak Syailla. Mereka secara aktif membimbing, memandu, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta penuh interaksi bagi anak-anak. Sebelum memulai kegiatan utama, anak-anak diminta melakukan ice breaking terlebih dahulu agar suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan meningkatkan semangat mereka. Kegiatan ice breaking dilakukan dengan bernyanyi bersama dan bergerak, sehingga anak-anak lebih terfokus dan siap mengikuti pembelajaran. Setelah suasana menjadi lebih rileks, fasilitator kemudian menceritakan sebuah kisah singkat tentang sejarah R.A. Kartini menggunakan bahasa yang mudah dan sederhana agar anak-anak bisa memahami dengan baik. Setelah menceritakan kisah tersebut, anak-anak diberi beberapa pertanyaan mudah agar dapat mengetahui seberapa baik mereka memahami cerita yang sudah diceritakan. sebagian anak bisa menjawab pertanyaan dengan benar, misalnya mengenali siapa Kartini dan apa yang dia perjuangkan, meskipun masih ada beberapa anak yang butuh bimbingan dan penjelasan ulang.
Di kelas yang kecil, kegiatan dilanjutkan dengan membuat kipas sebagai cara mengenalkan kreativitas yang sederhana. Anak-anak diajarkan untuk menghiasi kipas dengan menggunakan kertas berwarna, gambar, serta berbagai alat tempel lainnya. Selama acara berjalan, para anak tampak bersemangat dan antusias saat memilih warna serta menghias kipas dengan desain batik dan ada R.A kartini . Beberapa anak masih butuh bantuan untuk menggunakan alat dan mengikuti petunjuk, tapi secara keseluruhan mereka bisa menyelesaikan karya dengan baik. Kegiatan ini juga membantu mengembangkan motorik halus dan kemampuan kreatif anak.
Sementara itu, dalam kelas besar, kegiatan utamanya adalah membuat wayang yang sederhana . mereka membuat wayang menggunakan bahan kertas. Anak-anak tampak semangat dan kreatif saat menyusun wayang kartini. Beberapa siswa sudah bisa mengikuti instruksi dengan baik, tetapi ada yang masih butuh bimbingan dalam proses membuat wayang, terutama saat merangkai bagian-bagian nya.