Persiapkan Pendidik Inklusi Masa Depan, S1 PGPAUD UNESA Gelar Kuliah Umum Peran Learning Support Teacher
Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas calon pendidik melalui agenda akademik yang relevan. Kali ini, prodi S1 PGPAUD UNESA sukses menyelenggarakan Kuliah Umum yang berfokus pada kesiapan mengajar di era global. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut mengupas tuntas peran krusial guru pendamping di institusi formal berskala global.
Kuliah umum yang berlangsung pada hari Kamis, 2 April 2026 ini mengusung tema utama yang sangat menarik perhatian mahasiswa, yaitu "Learning Support Teacher di Sekolah Kurikulum Internasional". Topik spesifik yang dibedah dalam pertemuan ilmiah ini adalah "Praktik Pendidikan Inklusi: Tantangan dan Peluang". Tema ini sengaja diangkat untuk memberikan wawasan nyata mengenai dinamika lapangan pendidikan inklusif, khususnya pada sekolah-sekolah yang mengadopsi kurikulum internasional.
Hadir sebagai narasumber utama dalam perhelatan akademik ini adalah Anggi Meilani. Sebagai praktisi yang berpengalaman, Anggi membagikan perspektif mendalam mengenai potret kerja seorang Learning Support Teacher. Beliau menjelaskan secara detail bagaimana strategi mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat mengikuti ritme pembelajaran kurikulum internasional yang cenderung dinamis dan menuntut kemandirian tinggi.
Dalam pemaparannya yang interaktif mulai pukul 10.00 WIB melalui platform Zoom Meeting, Anggi Meilani menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar dalam praktik inklusi saat ini bukan hanya pada keterbatasan fisik atau kognitif anak, melainkan bagaimana membangun kolaborasi yang solid antara guru utama, orang tua, dan manajemen sekolah. Namun di balik tantangan tersebut, peluang karier dan aktualisasi diri bagi lulusan PAUD yang menguasai keahlian sebagai guru pendamping internasional kini semakin terbuka lebar.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan S1 PGPAUD UNESA untuk menyelaraskan kompetensi para mahasiswanya dengan kebutuhan industri pendidikan modern. Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai sekolah inklusif berstandar internasional, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi guru kelas reguler, melainkan juga dibekali keahlian khusus agar adaptif terhadap keberagaman karakteristik anak di berbagai model sekolah.
Pihak prodi PGPAUD FIP UNESA berharap materi berharga yang disampaikan oleh Anggi Meilani dapat memotivasi mahasiswa untuk terus memperluas kapasitas diri dan tidak ragu mengambil peran di ranah inklusi. Dengan konsisten menghadirkan para praktisi hebat ke dalam ruang perkuliahan virtual, UNESA optimis dapat terus melahirkan sarjana PAUD yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki kepedulian sosial yang mendalam.