Membuka Perspektif Baru: Sosok Laki-laki dan Kiprahnya di Dunia PAUD
Di tengah persepsi awam bahwa dunia Pendidikan Guru Pendidikan Anak Dini Usia (PG PAUD) didominasi oleh kaum perempuan, keberadaan tenaga pendidik dan profesional laki-laki kerap menjadi sorotan tersendiri. Namun, stigma stereotip tersebut perlahan runtuh seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya figur ayah (father figure) dan keberagaman pola pengasuhan dalam perkembangan tumbuh kembang anak secara holistik.
Untuk mengulas realita, potensi, serta dinamika ini, Program Studi PG PAUD kembali mempersembahkan rangkaian seri selanjutnya melalui GOES TO FIESTA NINETEEN 2K26 — TALKSHOW ALUMNI SESI 3. Mengangkat tema yang sangat kuat dan relevan, yaitu “Jejak & Perspektif — Menjadi Laki-laki di Dunia PAUD”, diskusi ini dirancang untuk membongkar pengalaman otentik para alumni laki-laki dalam meniti karier di bidang pendidikan anak usia dini.
Acara yang dilaksanakan pada Minggu, 4 Oktober 2026 ini menghadirkan tiga narasumber alumni yang berprestasi dan menginspirasi. Narasumber pertama, Mifta Hadi Subiyanto, S.Pd., membagikan perannya sebagai Kepala Sekolah Pos PAUD TANJUNG IX sekaligus Kepala Kantor CBE Cabang Surabaya, membuktikan kapabilitas kepemimpinan manajerial dan pengabdian langsung di tingkat masyarakat.
Diskusi semakin kaya dengan hadirnya dua akademisi muda, yaitu Fajar Luqman Tri A., M.Pd. dari Universitas Trunojoyo Madura serta Octavian Dwi Tanto, M.Pd. dari Universitas Jember. Kedua narasumber ini membawa sudut pandang strategis mengenai bagaimana kiprah laki-laki di dunia perguruan tinggi dapat mendorong riset, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kurikulum PAUD yang inklusif di skala regional maupun nasional.
Melalui perjalanan, kisah perjuangan, dan pandangan visioner ketiga narasumber tersebut, FIESTA NINETEEN 2K26 Sesi 3 menjadi wadah edukatif yang mendobrak batasan stereotip gender. Kegiatan ini tidak hanya menginspirasi seluruh Sobat PG PAUD untuk bangga atas pilihannya, tetapi juga membuktikan bahwa dedikasi dan profesionalisme di dunia anak usia dini melampaui segala batasan gender.