Dosen PG PAUD UNESA Paparkan Strategi Pendampingan Anak di Era Digital: Dari Batasi Medsos Hingga Bijak Gunakan AI
SURABAYA, 26 Agustus 2026 — Pesatnya perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak usia dini. Merespons fenomena tersebut, dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dhian Gowinda Luh Safitri, S.Pd., M.Ed., menggelar kegiatan sosialisasi di Sanggar Merah Merdeka Unit Lebak. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan strategi krusial terkait pembatasan media sosial, penanganan kecanduan gadget, hingga edukasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada anak. Beliau menyoroti pentingnya peran aktif orang tua sebagai filter utama di dunia digital agar penggunaan gawai tidak mengganggu perkembangan kognitif, emosional, maupun interaksi sosial anak.
Dalam penjelasannya kepada para peserta di Sanggar Merah Merdeka Unit Lebak, Dhian Gowinda menekankan bahwa anak-anak era sekarang lahir sebagai digital natives yang tetap membutuhkan batasan tegas dan sehat. Kunci utamanya bukan sekadar melarang, melainkan mendampingi serta menyediakan alternatif kegiatan menarik di dunia nyata. Untuk membatasi media sosial, orang tua diimbau menerapkan aturan screen-time yang jelas, menetapkan area bebas gawai seperti meja makan dan kamar tidur, serta memastikan platform yang diakses sesuai dengan usia anak.
Sementara itu, untuk menanggulangi anak yang sudah terlanjur kecanduan gadget, pendekatan yang dilakukan harus bertahap (tapering off). Durasi penggunaan layar perlu dialihkan secara perlahan ke aktivitas fisik, permainan edukatif interaktif, dan peningkatan kualitas komunikasi di dalam rumah. Selain masalah gawai, pengenalan serta pembatasan teknologi AI juga menjadi fokus penting. Melalui sosialisasi ini, orang tua dan pendidik diharapkan mulai mengenalkan AI sebagai alat bantu secara sederhana, bukan sebagai pengganti proses berpikir mandiri, sehingga anak tidak bergantung pada teknologi saat mengekspresikan kreativitas atau menyelesaikan masalah.